Renungan di pagi buta
Well, disaat orang-orang pada happy (sebagian orang mungkin) merayakan Natal, di pagi buta ini aku malah susah tidur…. lagi… T_T
Sebenarnya tadi udah hampir tepar, tapi yah… tiba-tiba sebuah pernyataan melintas di otak, “what if…” (kayak judul pilem).
Ya… what if, I can’t hear anything anymore, even my own whisper,
What if, I can’t see anything anymore, even my own thumbs,
What if, I can’t say anything anymore, even just to say “Hi” to myself in the mirror,
What if, I can’t walk anywhere, even just to move from my bed, and other “What if…”
Lots thing may happen at that time dan ceritanya pertanyaan-pertanyaan diatas sanggup buat mataku sulit untuk tertutup dan membiarkan organ-organ tubuh ini untuk beristirahat sejenak. Mungkin aku terlalu banyak memikirkan hal-hal yang gak penting… mungkin.
Tapi, aku berharap permohonanku di malam Natal kemarin didengarkan oleh Sang Pencipta. Dengan begitu, mungkin “what if” diatas bisa pelan-pelan hilang dari pikiran dan malam-malam damai yang dulu bisa aku rasakan lagi.
– for someone out there, be strong, be patient, you’ll be fine and you’ll always in my prayer, just wait a bit more…
*) lagi galau, jadi dinikmati aja kalo ada yang baca ya…
Leave a Reply